Pengertian Sabun

Sabun adalah salah satu benda pokok yang selalu digunakan membersihkan diri, pakaian, hingga mencuci piring. Meskipun sebagian besar masyarakat sudah tahu kegunaan sabun, namun masih banyak yang tidak tahu pengertian sabun itu sendiri.

Agar menjadi pengguna sabun yang cerdas, maka Zweena Lovers harus mengetahui definisinya terlebih dahulu. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih sabun dengan kandungan yang memang sesuai dengan definisinya.

Pengertian Sabun

Apa yang dimaksud dengan sabun? Sabun secara umum adalah suatu benda yang terbuat dari bahan tertentu dan digunakan untuk membersihkan tubuh. Agar mengenal benda ini secara lebih ilmiah dan terperinci, berikut beberapa definisi sabun yang wajib diketahui:

1. Menurut Bahasa

Sabun secara bahasa adalah bahan yang mengeluarkan buih yang dibuat dengan campuran bahan garam, alkali, dan natrium. Dengan bahan tersebut, sabun menjadi benda yang akan mengeluarkan buih saat dibasahi.

Dalam bahasa Inggris, sabun disebut dengan istilah soap. Soap menurut kamus bahasa Inggris disebut sebagai zat yang dipakai bersamaan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Zat ini terbuat dari senyawa minyak alami dan natrium hidroksida atau alkali lainnya serta ditambahkan pewangi dan pewarna.

2. Berdasarkan Wikipedia

Menurut wikipedia, sabun disebut sebagai suatu produk yang dipakai untuk membersihkan sesuatu dengan media air. Sabun sendiri memiliki beragam bentuk, ada yang cair, batang, hingga serbuk.

Sabun jika dilihat dari bahan pembuatnya juga diartikan sebagai campuran dari minyak dan alkali dengan proses tertentu.

3. Secara Ilmiah

Dalam jurnal Publikasi Ilmiah yang ditulis oleh Nayyifatus Sa’diyah dan diterbitkan oleh Universitas Wahid Hasyim Semarang, sabun diartikan sebagai senyawa natrium dengan asam lemak dan digunakan untuk membersihkan tubuh, berbentuk padat, berbusa, serta tidak menyebabkan iritasi.

Definisi ini lebih tertuju pada sabun yang biasa dipakai untuk mandi karena sebagian besar sabun yang disebut adalah sabun untuk mandi.

4. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia

Sabun merupakan alat yang dipakai untuk membersihkan kulit atau benda lainnya yang diolah menggunakan proses saponifikasi. Proses ini sendiri memanfaatkan reaksi kimia yang timbul sebagai akibat dari adanya basa yang kuat.

Standar Nasional Indonesia selanjutnya menyebutkan bahwa sesuatu baru bisa disebut sabun dan dipakai untuk mandi, apabila kadar airnya maksimal mencapai 15 %, asam lemak di bawah 2,5 %, serta alkali bebas sebesar 0,1 % saja.

5. Pengertian Sabun Secara Istilah

Adapun secara istilah, sabun merupakan campuran beberapa zat kimia yang mampu menghasilkan reaksi tertentu, sehingga bisa membersihkan tubuh, pakaian, piring, dan benda lainnya.

Selain membersihkan tubuh, sabun juga diformulasikan untuk fungsi tertentu sehingga bisa memenuhi keinginan manusia dalam memberikan perawatan yang baik kepada manusia ataupun benda.

Sejarah Sabun

Sabun yang digunakan di masa lalu tentu saja berbeda dengan yang dipakai di masa sekarang. Perbedaan ini disebabkan karena perkembangan teknologi semakin lama akan semakin maju demi menyesuaikan kebutuhan manusia.

1. Perkembangan Awal

Perkembangan sabun awalnya dimulai dari kesadaran masyarakat untuk memulai gaya hidup yang bersih. Penggunaan sabun ditemukan dalam sejarah Babilonia Kuno tepatnya 2800 SM. Pada masa ini, sabun dibuat dengan merebus abu dan lemak untuk membersihkan wol dan kapas kesehatan.

Sementara orang Mesir Kuno pada masa ini juga sudah mampu menghasilkan zat seperti sabun dengan mencampur garam alkali dengan minyak nabati dan hewani.

2. Sabun di Abad Pertengahan

Sabun terus berkembang dan digunakan oleh masyarakat. Sayangnya pada abad ini teknologi belum begitu canggih, sehingga pembuatan sabun termasuk pewangi dan pewarnanya memakai bahan alami. Tidak heran kalau pada zaman ini sabun masih sangat mahal.

Penggunaan bahan alami akhirnya mulai tergantikan ketika LeBlanc ilmuwan Perancis menemukan proses kimia yang membuat sabun bisa dibuat dengan harga yang murah.

3. Sabun Saat Ini

Sejak ditemukan berbagai bahan kimia untuk membuat sabun dengan harga murah, maka sabun semakin berkembang sampai sekarang. Bahkan telah menjadi kebutuhan pokok setiap orang karena fungsinya yang membersihkan kotoran pada tubuh, pakaian, dan berbagai benda.

Kandungan Sabun Sesuai Jenisnya

Secara keseluruhan, sabun terbuat dari dua senyawa penting yang membuatnya bisa membersihkan sekaligus mengeluarkan busa. Material tersebut adalah senyawa alkali dan lemak nabati atau hewani. Senyawa alkali sendiri bisa berupa kalium hidroksida ataupun natrium hidroksida.

Agar lebih nyaman saat digunakan, campuran ini selanjutnya ditambahkan dengan pewangi. Adapun kandungan lain dari setiap sabun berbeda-beda sesuai dengan fungsinya seperti berikut ini:

1. Sabun Antiseptik

Sabun ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dari bakteri. Oleh karenanya, selain komposisi utama dan pewangi, sabun ini mengandung bahan aktif anti bakteri seperti triclosan, triclocarban, dan tri chloro carbamide.

Campuran bahan ini mampu menambah fungsi sabun untuk membunuh mikroba dan bakteri. Tapi tetap tidak bisa membasmi berbagai macam virus.

2. Sabun Cair

Berbeda dengan sabun yang umumnya padat dan berupa batangan, sabun yang satu ini dibuat lebih bervariasi dengan bentuk cair. Komposisi utamanya adalah kalium hidroksida dan minyak kelapa jernih. Tidak heran kalau sabun ini tidak akan bisa mengental pada suhu standar dan sangat mudah disimpan.

3. Sabun Batang

Sabun ini yang paling umum dan digunakan oleh semua kalangan. Bahan utama sabun pada jenis ini dicampur dengan lemak netral lalu dipadatkan menggunakan proses hidrogenesi.  Agar mempermudah proses pemadatan, alkali yang dipakai dari jenis natrium hidroksida yang susah larut di dalam air.

Pada jenis sabun batang kecantikan, biasanya ditambahkan banyak moisturizer dengan PH seimbang agar tidak menyebabkan kesat dan kering pada kulit.

4. Sabun Cuci Pakaian

Sabun cuci atau detergen difungsikan untuk membersihkan pakaian atau bahan kain lainnya dari kotoran yang mengubah warna dan menyebabkan daki. Sabun cuci ini memiliki sifat yang lebih keras dibandingkan sabun mandi.

Kandungan sabun cuci yang membuatnya mampu membersihkan baju dan mengangkat kotoran dikenal sebagai surfaktan. Melalui zat inilah, kotoran bisa diangkat dari kain dan membuatnya tertahan pada air bekas mencuci.

5. Sabun Cuci Piring

Secara umum, komposisi sabun pencuci piring sama dengan sabun pada umumnya. Misalnya saja kandungan surface active agent yang mampu menurunkan tegangan air sehingga kotoran yang melekat bisa terlepas. Beberapa surfaktan yang biasa dipakai adalah Alkyl Benzene, Alpha Olein, dan Linier Alkyl.

Sementara untuk meningkatkan efektifitas mencuci pakaian dari zat surfaktan, maka dalam sabun ini juga terdapat fosfat dan asetat sebagai cairan yang menonaktifkan kesadahan air.

6. Sabun Herbal

Sabun herbal menggunakan bahan-bahan alami dari alam. Biasanya sabun jenis ini dijual dengan harga yang lebih mahal karena komposisi bahan alaminya lebih tinggi dari bahan kimia. Contoh komposisi bahan sabun herbal yang sering ditemukan adalah sirih, susu sapi, alpukat, dan masih banyak lagi.

Namun, sejak adanya perkembangan teknologi, justru sabun herbal bisa diciptakan dengan harga yang lebih terjangkau. Terlebih jika sabun tersebut dibuat langsung oleh jasa maklon kosmetik tanpa menggunakan perantara pihak ke tiga seperti di zweena.co.id.

Jasa maklon kosmetik ini mampu membuat sabun herbal dengan menggunakan komposisi yang sesuai dengan standar nasional karena dibuat oleh tenaga ahli. Tidak heran kalau ada banyak pelanggan yang sengaja membuat sabun herbal di sini karena berkualitas dan harganya terjangkau.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *